SKPD IAI JABAR NOMOR 82

SURAT KEPUTUSAN

PENGURUS IKATAN APOTEKER INDONESIA DAERAH JAWA BARAT

Nomor : 082/SK/PD IAI JABAR/VII/2010

Tentang

REGISTRASI, HERREGISTRASI, REKOMENDASI DAN MOBILITAS ANGGOTA

IKATAN APOTEKER INDONESIA DAERAH JAWA BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGURUS IKATAN APOTEKER INDONESIA DAERAH JAWA BARAT

Menimbang

:

a. Bahwa Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Jawa Barat sebagai bagian dari Ikatan Apoteker Indonesia merupakan organisasi profesi yang terus berupaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan keanggotaan menuju kesempurnaan guna mewujudkan visi dan misi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAI Tahun 2009.

 

b. Bahwa Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Barat berkewajiban untuk menyempurnakan fungsi-fungsi kesekretariatan sebagaimana mestinya.

 

c. Bahwa untuk itu perlu dibuat suatu Surat Keputusan mengenai Registrasi,

erregistrasi, Rekomendasi Dan Mobilitas Anggota Ikatan Apoteker Indonesia Daerah di Jawa Barat

Mengingat

:

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia Tahun 2009.

2. Peraturan-peraturan Organisasi dan Standar Profesi PD IAI JABAR.

 

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Memberlakukan Surat Keputusan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Barat Nomor : 082/SK/PD IAI JABAR/VII/2010 tentang Registrasi, Herregistrasi, Rekomendasi Dan Mobilitas Anggota Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Jawa Barat, sebagaimana terlampir.

Kedua

:

Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Peraturan-peraturan dan Ketentuan-ketentuan mengenai Registrasi, Herregistrasi, Rekomendasi dan Mobilitas Anggota yang telah dipergunakan sebagai dasar sebelumnya.

Kedua

:

Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan akan disesuaikan kembali apabila ternyata di kemudian hari terdapat kekeliruan

 

Ditetapkan di : Bandung

 

Pada Tanggal : 12 Juli 2010

 

 

 

 

 

Drs. MADE PASEK NARENDRA, MM., APT

Ketua

PENGURUS DAERAH

IKATAN APOTEKER INDONESIA

JAWA BARAT

 

 

ALI MASHUDA, S. Si., APT

Sekretaris

Lampiran

SKPD Nomor

:

082/SK/PD IAI JABAR/VII/2010

Tentang

:

REGISTRASI, HERREGISTRASI, REKOMENDASI DAN MOBILITAS ANGGOTA IKATAN APOTEKER INDONESIA DAERAH JAWA BARAT

 

A. REGISTRASI ANGGOTA

Peraturan Organisasi Nomor 1 PP IAI menetapkan bahwa :

1. Registrasi ini ditujukan bagi Apoteker yang baru lulus dan yang belum terdaftar sebagai anggota Ikatan Apoteker Indonesia.

2. Pemohon Mengajukan permohonan kepada Pengurus Daerah setempat dimana Perguruan Tinggi Farmasi berada, dengan melampirkan :

a. Fotocopi Ijazah Pendidikan Sarjana Farmasi yang dilegalisir

b. Fotocopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir

c. Fotocopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir

d. FC Kartu Tanda Penduduk

e. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar

3. Pemohon membayar uang pangkal pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah)

4. Pemohon membayar uang iuran tahunan anggota sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi tentang IuranTahunan Anggota.

5. Pemohon mengikuti pembinaan organisasi yang dilakukan oleh Pengurus Daerah setempat sesuai dengan Peraturan Organisasi tentang Pembinaan Organisasi

 

Berdasarkan hal tersebut di atas dan dalam rangka untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada Calon Anggota, maka PD IAI JABAR menerapkan aturan sebagai berikut :

1. Registrasi Angota dilaksanakan secara ONLINE melalui Web Resmi = http://www.iaijabar.net pada Menu Kesekretariatan >> Registrasi Anggota, sesuai dengan isian aplikasi yang diminta. Kemudian mengkonfirmsikannya melalui email calon anggota tersebut.

 

2. Pembayaran biaya administrasi Keanggotaan (Rp 50.000,- uang pangkal; Rp 150.000,- iuran anggota setahun; dan Rp 25.000,- untuk pencetakan KTA) dilakukan dengan mentrasfer ke Rekening Persepsi. Setelah selesai melaksanakan pembayaran, calon anggota harus segera mengkonfirmasi ke sms center yang berisi nama, tanggal transfer dan besaran transfer.

3. Besarnya iuran anggota yang dibayarkan (Rp 150.000,-) akan dibagi menurut proporsi sebagai berikut :

a. Sebesar 15% akan disetor ke Pusat (Rp 22.500,-) guna mendapatkan Nomor Anggota Resmi IAI Nasional.

b. Sebesar 35% adalah hak PD IAI JABAR (Rp 52.500,-)

c. Sebesar 50% akan disetor/dikembalikan lagi ke Cabang dimana Anggota tersebut berinduk.

4. Iuran Anggota untuk tahun berikutnya harus dibayarkan kembali sebagaimana mestinya. Jika tidak, maka harus dirapel pada saat yang bersangkutan berkepentingan dengan Organisasi Profesi (PC maupun PD).

5. Anggota harus secepat mungkin mengupload passfoto resmi untuk dilekatkan pada KTA yang akan dicetak oleh PD IAI JABAR. Jika tidak, maka KTA tidak akan diterbitkan; atau akan diterbitkan tapi tanpa foto (tidak boleh protes)

6. KTA yang sudah habis masa berlakunya, harus segera diperbaharui kembali oleh yang bersangkutan. KTA yang sudah kadaluwarsa tidak dapat dipergunakan untuk menuntut hak-hak keanggotaan.

7. Dokumen-dokumen fisik Anggota tetap harus diserahkan kepada Pengurus Cabang IAI Setempat.

8. Kanggotaan IAI berbasis di Daerah. Catatan administrative dan Penerbitan KTA dilaksanakan oleh Daerah. Secara teknis dan operasional, induk Anggota tetap di Cabang.

9. Cabang-cabang yang menerbitkan KTA, sejak terbitnya Peraturan/SK ini dinyatakan tidak berlaku dan tidak diakui berdasarkan Peraturan Organisasi.

B. HERREGISTRASI ANGGOTA

Peraturan Organisasi Nomor 1 PP IAI menetapkan bahwa :

1. HerRegistrasi ditujukan bagi apoteker yang sudah terdaftar sebagai anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia sampai dengan tanggal 8 Desember 2009 dan yang belum terdaftar sebagai anggota Ikatan Apoteker Indonesia.

2. Semua apoteker diwajibkan untuk segera melakukan heregistrasi dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah peraturan ini ditetapkan.

3. Pemohon mengajukan permohonan kepada Pengurus Daerah melalui Pengurus Cabang setempat dengan melampirkan :

a. Fotocopy Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir

b. Fotocopi Kartu Tanda Penduduk

c. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar

d. Surat Pernyataan Kesediaan untuk melaksanakan Sumpah / Janji Apoteker, Kode Etik Profesi , Peraturan Perundang-undangan di bidang farmasi dan Peraturan Organisasi

4. Pemohon membayar uang iuran tahunan anggota sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi tentang IuranTahunan Anggota.

5. Heregistrasi ini tidak berlaku bagi apoteker yang sedang terkena sanksi oleh Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia / Ikatan Apoteker Indonesia.

 

Berdasarkan hal tersebut di atas dan dalam rangka untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada Calon Anggota, maka PD IAI JABAR menerapkan aturan sebagai berikut :

1. HerRegistrasi Angota dilaksanakan secara ONLINE melalui Web Resmi = http://www.iaijabar.net pada Menu Kesekretariatan >> Registrasi Anggota, sesuai dengan isian aplikasi yang diminta. Kemudian mengkonfirmsikannya melalui email calon anggota tersebut.

 

2. Pembayaran biaya administrasi Keanggotaan (Rp 50.000,- uang pangkal; Rp 150.000,- iuran anggota setahun; dan Rp 25.000,- untuk pencetakan KTA) dilakukan dengan mentrasfer ke Rekening Persepsi. Setelah selesai melaksanakan pembayaran, calon anggota harus segera mengkonfirmasi ke sms center yang berisi nama, tanggal transfer dan besaran transfer.

3. Besarnya iuran anggota yang dibayarkan (Rp 150.000,-) akan dibagi menurut proporsi sebagai berikut :

a. Sebesar 15% akan disetor ke Pusat (Rp 22.500,-) guna mendapatkan Nomor Anggota Resmi IAI Nasional.

b. Sebesar 35% adalah hak PD IAI JABAR (Rp 52.500,-)

c. Sebesar 50% akan disetor/dikembalikan lagi ke Kas Cabang dimana Anggota tersebut berinduk.

4. Iuran Anggota untuk tahun berikutnya harus dibayarkan kembali sebagaimana mestinya. Jika tidak, maka harus dirapel pada saat yang bersangkutan berkepentingan dengan Organisasi Profesi (PC maupun PD).

5. Anggota harus secepat mungkin mengupload passfoto resmi untuk dilekatkan pada KTA yang akan dicetak oleh PD IAI JABAR. Jika tidak, maka KTA tidak akan diterbitkan; atau akan diterbitkan tapi tanpa foto (tidak boleh protes)

6. KTA yang sudah habis masa berlakunya, harus segera diperbaharui kembali oleh yang bersangkutan. KTA yang sudah kadaluwarsa tidak dapat dipergunakan untuk menuntut hak-hak keanggotaan.

7. Dokumen-dokumen fisik Anggota tetap harus diserahkan kepada Pengurus Cabang IAI Setempat.

8. Kanggotaan IAI berbasis di Daerah. Catatan administrative dan Penerbitan KTA dilaksanakan oleh Daerah. Secara teknis dan operasional induk Anggota tetap di Cabang.

9. Cabang-cabang yang menerbitkan KTA, sejak terbitnya Peraturan/SK ini dinyatakan tidak berlaku dan tidak diakui berdasarkan Peraturan Organisasi.

C. PEMBERIAN REKOMENDASI

1. Setiap Anggota (dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Anggota) yang memiliki kompetensi cukup dan memenuhi syarat yang ditentukan berhak memperoleh Rekomendasi Organisasi.

 

2. Setiap Rekomendasi yang diajukan harus dikonfirmasikan terlebih dahulu oleh Pengurus Cabang kepada Pengurus Daerah (guna mendapatkan Nomor Notifikasi Rekomendasi).

Pemberian Notifikasi ini dimaksudkan untuk :

a. Mencegah terjadinya duplikasi pekerjaan di 2 (dua) atau lebih kabupaten/kota.

b. Mencegah penyalahgunaan nama/jabatan Apoteker pada sarana pelayanan kefarmasian tertentu.

c. Mengetahui peta keseminatan Anggota à mendorong berperannya Himpunan Seminat

d. Mengetahui sejauh mana tingkat kompetensi Anggota à Pembinaan SDM

e. Ketertiban administrasi kesekretariatan dan keanggotaan.

Mekanisme konfirmasi sebagaimana dimaksud dilakukan secara ONLINE yaitu :

1) Anggota yang bersangkutan mengisi kolom-kolom pada Aplikasi Rekomendasi (di website)

2) Selanjutnya PD akan melakukan monitoring adminsitratif dan kesesuaian lainnya

3) Bila perlu PD memberikan beberapa pernyataan kompetentif yang relevan

4) Pengurus Cabang melakukan pemeriksaan (kebenaran fisik) dokumen-dokumen dan fakta-fakta di lapangan, serta melaksanakan penyimpanan atas salinan dokumen (yang penting) itu.

Selanjutnya PD akan menerbitkan Nomor Notifikasi Rekomendasi atas Anggota yang bersangkutan sebagai bukti bahwa Pengajuan Rekomendasi telah mendapatkan persetujuan (ONLINE)

 

3. Syarat-syarat memperoleh Rekomendasi :

a. Terdaftar sebagai Anggota IAI Jabar (dibuktikan dengan telah terbitnya Nomor Anggota/KTA)

b. Memenuhi kualifikasi minimal pekerjaan kefarmasian sesuai bidang dan posisinya(jumlah SKP)

c. Mengajukan Permohonan kepada Pengurus Daerah melalui Pengurus Cabang (setempat) à mengisi kolom-kolom Aplikasi Rekomendasi, secara ONLINE

d. Memiliki dan menyerahkan copy STRA (atau SP/SIK Lama, sebelum September 2011)

e. Memiliki dan menyerahkan copy Sertifikat Kompetensi yang masih berlaku, atau yang (dianggap) setara dengan itu.

f. Punya tempat untuk melaksanakan Praktek/Pekerjaan kefarmasian (diverivikasi oleh PC)

g. Membayar biaya administrasi Rekomendasi (dikonfirm ke Sekretariat PD IAI JABAR à SMS)

Supaya terjadi keseragaman dan agar tidak timbul kesenjangan antar Cabang, PD menetapkan sebesar :

- Rp 100.000,- bagi Apoteker Pengelola/Pimpinan; Rp 60.000,- bagi Apoteker Pendamping dan Rp 40.000,- bagi Apoteker Praktek Mandiri

(dibayarka ke Kas PD, dan akan dibagi 75% untuk Cabang, 25% untuk Daerah)

h. Membayar biaya Sidang Tim Rekomendasi/Wawancara (jika perlu, bagi Cabang yang melaksanakannya), sebesar :

- Rp 100.000,- bagi Apoteker Pengelola/Pimpinan; Rp 60.000,- bagi Apoteker Pendamping dan Rp 40.000,- bagi Apoteker Praktek Mandiri

(dibayarkan ke Kas PC masing-masing)

Tim Rekomendasi perlu dibentuk oleh PC supaya lebih obyektif. Tim Rekomendasi memberi pertimbangan kepada Pengurus PC untuk menerbitkan/tidak menerbitkan Rekomendasi berdasarkan penilaian variabel-variabel yang dibuat oleh Pengurus Daerah IAI Jawa Barat.

i. (Pemodal membuat Pernyataan dia atas meterei) Bersedia dan konsisten mengikuti Aturan Kerjasama Penyelenggaraan Praktek Apoteker (bagi Apoteker yang melakukan kerjasama modal dengan Pemilik Modal)

j. (Apoteker Membuat Pernyataan dia atas meterei) Bersedia mengikuti Peraturan-peraturan yang dibuat dan/atau akan dibuat oleh Organisasi (berkaitan dengan prasarat tempat, mekanisme pelayanan, dokumen profesi) dan lain-lain.

k. Menyerahkan copy dokumen-dokumen lain yang penting sebagaimana mestinya (Ijazah, Surat Sumpah, Sertifikat SKP, KTP dll) kepada Pengurus Cabang.

*) Dokumen-dokumen d, e, f, i, j dan k diserahkan kepada Pengurus Cabang

 

4. Format Rekomendasi mengikuti Standar yang diterbitkan oleh PD IAI JABAR (seragam untuk seluruh Cabang), terlampir.

5. Untuk setiap tempat Praktek, Apoteker memerlukan 1 (satu) buah Rekomendasi. Apoteker Pengelola hanya berhak 1 (satu) buah Rekomendasi, Apoteker Pendamping berhak 3 (tiga) buah Rekomendasi di tempat yang berbeda dalam 1 (satu) Kabupaten/kota.

6. Apoteker yang berdomisili di luar Kabupaten/Kota dimana tempat praktek berada, tidak dapat diberikan Rekomendasi (karena kegiatan Praktek tidak akan dapat berlangsung sebagaimana mestinya)

7. Tetapi, bagi Apoteker yang berdomisili di daerah perbatasan (antar kabupaten), Rekomendasi diberikan oleh PC dimana tempat praktek tersebut berada. Dan yang bersangkutan harus berinduk pada PC sesuai dengan tempat prakteknya.

8. Bagi Apoteker yang berdomisili di daerah perbatasan (antar provinsi), Rekomendasi diberikan oleh PC dimana tempat praktek tersebut berada. Dan yang bersangkutan harus menjadi Anggota IAI Jabar dan berinduk pada PC sesuai dengan tempat prakteknya

9. Kualifikasi minimal pekerjaan kefarmasian sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 huruf b, mengikuti aturan  berikut :

a. Syarat menjadi Apoteker Pengelola

- Memiliki Sertifikat Magang

- Memiliki Sertifikat Managemen Pengelolaan Apotek

- Memiliki SKP minimal 100 poin (52 SKP Praktek; 28 SKP Seminar; 14 SKP Organisasi; 6 SKP Lainnya)

- Tidak pernah melanggar ketentuan mengenai dispensing obat kepada dokter atau tenaga kesehatan yang lain.

- Sanggup mentaati ketentuan-ketentuan/tugas-tugas sebagai Apoteker Pengelola.

b. Syarat menjadi Apoteker Pendamping

- Apoteker Muda

- Apoteker yang tidak sedang berkedudukan sebagai Apoteker Pengelola di Apotek lain

- Apoteker yang jumlah SKP-nya kurang dari 100 poin

- Tidak pernah melanggar ketentuan mengenai dispensing obat kepada dokter atau tenaga kesehatan yang lain.

- Sanggup mentaati ketentuan-ketentuan/tugas-tugas sebagai Apoteker Pendamping.

10. Rekomendasi berlaku selama 5 (tahun) dan masih akan dinyatakan berlaku apabila :

a. Masa berlakunya belum habis, dan/atau

b. Masih relevan dengan kedudukan dan tempat praktek yang bersangkutan, dan/atau

c. Masih relevan dengan masa berlakunya STRA dan/atau Sertifkat Kompetensi yang bersangkutan, dan/atau

d. Masih memenuhi ketentuan-ketentuan yang melekat pada pemberian Rekomendasi tersebut, dan atau

e. Rekomendasi tersebut tidak sedang dicabut oleh Organisasi

 

11. Selama 2 (dua) tahun sejak SK ini diterbitkan, Apoteker-apoteker yang telah bekerja dan/atau sebagai Apoteker Pengelola dianggap sedang menempuh Program Magang.

a. Selama 1 (satu) tahun pertama, Apoteker-apoteker yang telah bekerja dan/atau sebagai Apoteker Pengelola sekurang-kurangnya harus dapat mencapai SKP sebanyak 30 poin (16 SKP Praktek; 8 SKP Seminar; 4 SKP Organisasi; 2 SKP Lainnya)

b. Dari tahun pertama sampai dengan tahun kedua, Apoteker-apoteker yang telah bekerja dan/atau sebagai Apoteker Pengelola sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut sekurang-kurangnya harus dapat mencapai SKP sebanyak 80 poin (41 SKP Praktek; 21 SKP Seminar; 12 SKP Organisasi; 6 SKP Lainnya)

c. Mulai tahun ke-3 (ketiga), Apoteker-apoteker sekurang-kurangnya harus dapat mencapai 50 SKP (26 SKP Praktek; 14 SKP Seminar; 7 SKP Organisasi; 3 SKP Lainnya) setiap tahun sebagai syarat menjadi Apoteker Pengelola Apotek.

 

12. Perolehan SKP dibuktikan melalui kepemilikan Sertifikat SKP yang diterbitkan PD IAI Jabar berdasarkan ketentuan yang berlaku yang berhubungan dengan itu (terlampir) dan/atau Sertifikat SKP yang diterbitkan oleh PD IAI lainnya dan/atau Sertifikat SKP yang diterbitkan Organisasi Profesi (Kesehatan) lain yang diakui.

 

13. Khusus mengenai SKP Praktek dibuktikan melalui kepemilikan Sertifikat SKP Praktek yang diterbitkan PD IAI Jabar berdasarkan ketentuan yang berlaku yang berhubungan dengan itu (terlampir)

D. MOBILITAS ANGGOTA

1. Setiap Anggota berhak berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam melaksanakan Praktek Apoteker/ Pekerjaan kefarmasiannya.

2. Setiap perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya (antar Cabang di dalam wilayah PD IAI JABAR) diperlukan Surat Keterangan Bebas Praktek/Kerja (pengganti istilah Lolos Butuh).

a. Permintaan SKBP/K diajukan oleh Anggota melalui surat Permohonan kepada PC Setempat secara tertulis.

b. Surat Keterangan Bebas Praktek/Kerja hanya boleh diterbitkan oleh Pengurus Cabang bila yang bersangkutan telah menyelesaikan semua tugas-tugas dan tanggung jawab di Tempat Praktek/kerjanya.

c. Khusus bagi Apoteker Pengelola Apotek, SKBP/K hanya boleh diterbitkan oleh Pengurus Cabang bila yang bersangkutan telah men-Serah Terima-kan Jabatannya kepada Apoteker Pengelola Baru yang definitif dan sah secara hukum. Apoteker Pengelola Baru dalam hal ini adalah telah memenuhi semua syarat Legal (lokal) yang diperlukan

 

3. Setiap perpindahan Anggota dari satu tempat ke tempat lainnya (antar Cabang di dalam wilayah PD IAI JABAR) dan daerah Daerah Jawa Barat ke Daerah lain (antar Daerah) diperlukan Surat Keterangan Lolos Butuh (SKLB) dari PD IAI JABAR (hal ini karena basis administrasi keanggotaan IAI berada di Daerah, beda dengan ISFI)

a. Permintaan (SKLB) diajukan oleh Anggota melalui surat Permohonan kepada PD IAI JABAR Secara Tertulis (via email : Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; iaijabar2010@gmail.com) dengan melampirkan :

1) SKBP/K dari Cabang sebelumnya à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

2) Mengisi kolom-kolom pada Aplikasi Mutasi dalam web : http://www.iaijabar.net [ Menu Profil]

3) Surat Keterangan Lolos Butuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

4) Surat Keterangan Lolos Butuh dari Dinas Kesehatan Provinsi (bagi yang akan berpindah ke Daerah Lain) à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

5) Menyerahkan kembali KTA yang dimiliki (bagi yang akan berpindah ke Daerah Lain)

b. Surat Keterangan Lolos Butuh Antar Daerah hanya akan diterbitkan oleh Pengurus Daerah bila yang bersangkutan telah menyelesaikan semua tugas-tugas dan tanggung jawab di Jawa Barat.

c. Surat Keterangan Lolos Butuh yang diperoleh harus segera disampaikan kepada :

1) Pengurus Cabang Tertuju guna mengikuti proses internalisasi sebagaimana mestinya yang berlaku di Cabang yang bersangkutan (SKLB-AC)

2) Pengurus Daerah Tertuju guna mengikuti proses internalisasi sebagaimana mestinya yang berlaku di Daerah yang bersangkutan (SKLB-AD)

 

4. Setiap Apoteker (Baru Lulus) yang akan bekerja di suatu tempat (antar Kabupaten/Kota di dalam wilayah JABAR) memerlukan Surat Keterangan Pengantar Keanggotaan (SKPK) dari PD IAI JABAR (hal ini karena basis administrasi keanggotaan IAI berada di Daerah, beda dengan ISFI).

a. Melaksanakan Registrasi Keanggotaan terlebih dahulu melalui web : http://www.iaijabar.net (wajib upload foto resmi). à Kolom STRA/SP, bila belum punya, disii dengan 000 (jangan sampai kosong)

b. Permintaan SKPK diajukan oleh Anggota melalui surat Permohonan kepada PD IAI JABAR secara tertulis (via email : Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; iaijabar2010@gmail.com) dengan melampirkan :

1) Ijazah Sarjana dan Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

2) Surat Sumpah Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

 

c. SKPK yang diperoleh harus segera disampaikan kepada :

1) Pengurus Cabang Tertuju guna mengikuti proses internalisasi sebagaimana mestinya yang berlaku di Cabang yang bersangkutan.

2) Rekomendasi Praktek yang akan diterbitkan oleh PC setempat mengikuti mekanisme sebagaimana Ketentuan yang tertuang pada Bab C Pasal 2 (PEMBERIAN REKOMENDASI)

 

5. Setiap Apoteker/Anggota IAI dari Daerah Lain yang akan bekerja di Kabupaten/Kota di dalam wilayah JABAR, memerlukan Surat Keterangan Pengantar Keanggotaan (SKPK) dari PD IAI JABAR (hal ini karena basis administrasi keanggotaan IAI berada di Daerah).

a. Melaksanakan Registrasi Keanggotaan terlebih dahulu melalui web : http://www.iaijabar.net (wajib upload foto resmi). à Kolom STRA/SP, bila belum punya, disii dengan 000 (jangan sampai kosong)

b. Permintaan SKPK diajukan oleh Anggota melalui surat Permohonan kepada PD IAI JABAR secara tertulis (via email : Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; iaijabar2010@gmail.com) dengan melampirkan :

1) Ijazah Sarjana dan Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

2) Surat Sumpah Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

3) Surat Keterangan Lolos Butuh dari Dinas Kesehatan Provinsi sebelumnya à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

4) Surat Keterangan Lolos Butuh dari IAI Daerah sebelumnya à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

c. SKPK yang diperoleh harus segera disampaikan kepada :

1) Pengurus Cabang Tertuju guna mengikuti proses internalisasi sebagaimana mestinya yang berlaku di Cabang yang bersangkutan.

2) Rekomendasi Praktek yang akan diterbitkan oleh PC setempat mengikuti mekanisme sebagaimana Ketentuan yang tertuang pada Bab C Pasal 2 (PEMBERIAN REKOMENDASI)

 

6. Setiap Apoteker (Baru Lulus) yang akan bekerja di Daerah lain (antar Provinsi) memerlukan Surat Keterangan Lolos Butuh Antar Daerah (SKLB-AD) dari PD IAI JABAR (hal ini karena basis administrasi keanggotaan IAI berada di Daerah).

a. Melaksanakan Registrasi Keanggotaan terlebih dahulu melalui web : http://www.iaijabar.net (wajib upload foto resmi). à Kolom STRA/SP, bila belum punya, disii dengan 000 (jangan sampai kosong)

b. Permintaan SKLB diajukan oleh Anggota melalui surat Permohonan kepada PD IAI JABAR secara tertulis (via email : Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; iaijabar2010@gmail.com) dengan melampirkan :

1) Ijazah Sarjana dan Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

2) Surat Sumpah Apoteker à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

3) Surat Lolos Butuh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar à (di-scan dan dikirim-lampirkan ke alamat email iaijabar)

c. SKLB yang diperoleh harus segera disampaikan kepada :

Pengurus Daerah Tertuju guna mengikuti proses internalisasi sebagaimana mestinya yang berlaku di Daerah yang bersangkutan.

 

7. (Sangat Penting); Untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan Keanggotaan :

a. Pemberian SKLB Antar Cabang (SKLB-AC) dapat diberikan melalui korespondensi ONLINE mealui email Anggota yang bersangkutan. Anggota tidak perlu datang ke Bandung untuk mengambil fisik SKLB-AC. Penomoran dan Notifikasi SKLB-AC dari PD IAI JABAR adalah Resmi adanya.

b. Pemberian SKPK dapat diberikan melalui korespondensi ONLINE mealui email Anggota yang bersangkutan. Anggota tidak perlu datang ke Bandung untuk mengambil fisik SKPK. Penomoran dan Notifikasi SKPK dari PD IAI JABAR adalah Resmi adanya.


8. SKLB Antar Daerah (SKLB-AD) diberikan secara fisik/langsung dan dapat diambil di Sekretariat IAI JABAR di APOTEK KIMIA FARMA NOMOR 10, Jl. Baraga No.2 Bandung oleh Anggota yang bersangkutan (atau yang mewakili).

 

9. Format Surat Keterangan Bebas Praktek/Kerja (SKBP/K), Surat Keterangan Lolos Butuh (SKLB) dan Surat Keterangan Pengantar Keanggotaan (SKPK) mengikuti Standar yang diterbitkan oleh PD IAI JABAR (seragam untuk seluruh Cabang), terlampir.

10. Besarnya biaya administrasi SKBP/K, SKLB-AC dan SKPK ditetapkan sebesar Rp 50.000,- sedangkan untuk SKLB-AD ditetapkan sebesar Rp 75.000,-

Bandung, 12 Juli 2010

PD IAI JABAR

 

Login Anggota

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini556
mod_vvisit_counterKemarin497
mod_vvisit_counterMinggu ini1434
mod_vvisit_counterBulan Ini12789
mod_vvisit_counterSemua1168721
Sedang Online: 14 guests online
IP Anda: 54.166.95.146
 , 
Sekarang : Sep 23, 2014

Demi Allah Saya Bersumpah :   *   Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan, terutama dalam bidang kesehatan;   *   Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai Apoteker;   *   Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum peri kemanusiaan;   *   Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian;   *   Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan beriktiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian atau kedudukan Sosial;   *   Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsafan;